Oleh: muhamadh | 28 Agustus 2011

Tarekat Naqsabandiyah Berlebaran Besok

Hari ini menjadi puasa terakhir bagi jamaah
Tarekat Islam Naqsabandiyah di
Sumatera Barat. Senin besok, 29
Agustus 2011, ribuan
penganutnya sudah akan
menggelar salat Ied. “Puasa tahun ini 30 hari, dan
kami memulainya dua hari lebih
awal dari ketetapan 1 Ramadan
oleh pemerintah,” kata
Sekretaris Naqsabandiyah
Sumbar Edizon Revindo pada VIVAnews. Salat Ied akan digelar di
sejumlah masjid tarekat itu yang
tersebar di beberapa daerah,
seperti Padang, Solok, dan
Pesisir Selatan. “Malam ini kami
takbiran,” tambahnya. Tarekat Naqsabandiyah hampir
tiap tahun selalu lebih cepat
menetapkan tanggal 1 Ramadan
dan hari Idul Fitri. Perbedaan ini
muncul karena tarekat tersebut
menganut hisap munjit– penanggalan tersendiri–hingga
akhir zaman. Naqsabandiyah pun juga melihat
bulan untuk menentukan
pertengahan Syaban atau nisfu
Syaban. Usai menetapkan nisfu
Syaban, ulama Naqsabandiyah
akan menggelar sidang untuk ber-ijma menetapkan tanggal 1
Ramadan. Menggenapkan puasa selama 30
hari penuh juga menjadi
kebiasaan tarekat ini.
“Secara amalan kita tidak ada
perbedaan, hanya terkait
penetapan hari besar Islam yang kerap berbeda,” kata Edizon.
(Sumber: VIVAnews Laporan: Eri Naldi, Padang)

Oleh: muhamadh | 22 April 2011

Hari Bumi (Earth Day) 22 April

Hari Bumi (Earth Day) 22 Aprilpertama kali dicanangkan John McConnel, seorang profesor sekaligus aktivis lingkungan, pada 1 Maret 1970, setelah proposal tentang aktivitas penyadaran atas nasib bumi yang ia ajukan pada pemerintah daerah San Fransisco disetujui pemerintah daerah setempat.

Proposal McConnel ternyata menarik perhatian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) hingga akhirnya diminta sebagai proposal penyelamatan bumi sedunia. Sekretaris Jenderal PBB saat itu, U Thant, mengusulkan hari peringatan tahunan yang dijadikan momen bagi seluruh umat manusia sedunia untuk berpikir kembali tentang nasib bumi. Peringatan itu disertai berbagai aktivitas penyelamatan kondisi bumi yang makin memburuk, yang dilakukan secara serentak di seluruh dunia. Sang profesor langsung menawarkan 21 Maret sebagai Hari Bumi.

Argumentasi McConnel didasari pada kenyataan ilmiah, bahwa untuk memikirkan nasib bumi seharusnya ada pada hari pertama proses alam dalam bumi dimulai. McConnel mendasarkan analisanya pada peristiwa-peristiwa alam dari sejarah yang disepakati umat manusia sedunia. Terbukti pada 21 Maret berlangsungnya siang (saat matahari bersinar) dan malam (saat matahari terbit di sisi bumi lainnya) mempunyai durasi yang sama 12 jam.

Tanggal tersebut juga hari pertama dimulainya musim semi, musim yang dipercayai banyak budaya sebagai awal dari kehidupan. Ide 21 Maret yang dilatarbelakangi niat pelurusan kembali fakta sejarah tentang alam ini belakangan justru kembali ‘dibelokkan’. Tidak jauh berbeda dengan sistem penanggalan kuno yang dari Maret bergeser ke Januari itu, “Hari Bumi” pun kemudian dirayakan setiap 22 April.

Untuk memperingati Hari Bumi sangatlah mudah. Teman-teman bisa melakukannya sendiri dengan pergi ke taman sambil membaca buku atau mengajak orang untuk ikut merayakan Hari Bumi dengan mematikan alat-alat elektronik yang tidak perlu. Bersama keluarga kalian juga bisa pergi piknik ke taman atau tempat-tempat rekreasi lainnya sembari menikmati indahnya Bumi ini.

Atau teman-teman bisa bersama-sama teman yang lain membuat sebuah acara seperti meminta sumbangan dalam rangka Hari Bumi, menanam seribu pohon, atau bisa juga membuat acara olahraga untuk mengumpulkan sumbangan demi kehijauan Bumi kita. Bayangkan, dengan melakukan kegiatan kecil-kecilan saja kita sudah membantu menyelamatkan Bumi dari Global Warming dan kerusakan alam lainnya bersama dengan orang-orang di seluruh dunia.

Jadi, sudahkah rekan – rekanita melakukan hal yang bisa mempertahankan keberadaan bumi kita tercinta ini…? selamat HARI BUMI (Earth Day) 22 April.

RAKER II PAC IPNU-IPPNU Tanggulangin

Rapat Kerja Pimpinan Anak Cabang  adalah agenda wajib yang harus dilakukan oleh sebuah organisasi IPNU-IPPNU  setiap 1 tahun sekali. Acara ini dimaksudkan untuk menyusun agenda atau program-program yang akan dijalankan dalam organisasi dalam jangka waktu satu tahun. RAKER biasanya diikuti oleh semua pengurus dan anggota Pimpinan beserta perwakilan dari Pimpinan ranting ditingkat se kecamatan.

Jika kita renungkan memang adanya RAKER ini sangat penting dalam sebuah organisasi karena untuk mengagendakan program organisasi harus disusun dengan sistematis atau terroganisir. Tidak hanya itu, mengingat cakupan kerja PAC IPNU-IPPNU  ini adalah mencangkup semua desa yang ada di kecamatan itu, maka untuk mengagendakan program harus diketahui oleh semua PimpinanRanting baik IPNU maupu IPPNU se –kecamatan. Mengapa demikian rekan? Karena untuk menjalankan sebuah program organisasi dalam tiingkat Pimpinan Cabang pasti melibatkan atau membutuhkan parsipasi dari PAC IPNU-IPPNU se-kabupaten Kediri sebagai peserta. Maka dari itu semua pihak yang terlibat harus mengetahui dan faham atas semua program yang telah di agendakan. Akhirnya… semoga apa yang sudah diprogramkan oleh PC IPNU-IIPNU kabupaten Kediri dapat terlaksana sesuai dengan tujuan yang dicanangkan serta dpat memberikan manfaat yang besar khususnya bagi organisasi IPNU-IPPNU dan umumnya pada kita semua sebagai kader-kader IPNU-IPPNU.

Bertempat di Kantor MWC-NU Tanggulangin, Konferensi PAC IPNU-IPPNU Tanggulangin di laksanakan pada hari mingu 06 maret 2011 dengan suasana yang agak mendung . tetapi kami bersyukur acara dapat berjalan sampai akhir walaupun masih kurangnya antusias pengurus untuk hadir. dan harapan kami semoga hasil raker tersebut bisa kami jalankan dengan baik dan bisa mempererat hubungan eksternal anggota IPNU-IPPNU PAC Tanggulangi . Amin

Oleh: muhamadh | 6 Maret 2011

Selamat harlah IPPNU yang ke56

SEJARAH LAHIRNYA IPPNU

Sejarah lahirnya bermula dari perbincangan ringan yang dilakukan oleh beberapa remaja putri yang sedang menuntut ilmu di Sekolah guru Agama (SGA) Surakarta, tentang keputusan Muktamar NU ke-20 di Surakarta. Maka perlu adanya organisasi pelajar di kalangan Nahdliyat. Dalam keputusan ini di kalangan NU, Muslimat NU, Fatayat NU, GP. Ansor, IPNU dan Banom NU lainnya untuk membentuk tim resolusi IPNU putri pada kongres I IPNU di Malang Jawa Timur, selanjutnya disepakati dalam pertemuan tersebut bahwa peserta putri yang akan hadir di kongres Malang di namakan IPNU putri.
Dalam suasana kongres ternyata keberadaan IPNU putri nampaknya masih diperdebatkan dengan secara alot. Semula direncanakan secara administratif hanya menjadi departemen di dalam tubuh organisasi IPNU. Sementara hasil negosiasi dengan pengurus teras PP IPNU telah membentuk semacam kesan eksklusivitas IPNU hanya untuk pelajar putra. Melihat hasil tersebut maka pada hari kedua kongres, peserta putri yang hanya diwakili lima daerah (Yogyakarta, Surakarta, Malang, Lumajang, dan Kediri) terus melakukan konsultasi dengan dua jajaran di pengurus teras Badan Otonom NU yang menangani pembinaan organisasi pelajar yaitu PB Ma’arif (saat itu dipimpin Bpk. KH. Syukri Ghozali) dan ketua PP Muslimat NU (Mahmudah Mawardi). Maka dari pembicaraan selama beberapa hari telah membuat keputusan sebagai berikut:
1. Tanggal 28 Februari – 5 Maret
2. Pembentukan Organisasi IPNU putri secara organisatoris dan secara administratif terpisah dengan IPNU
3. Tanggal 2 maret 1955/8 Rajab 1374 H dideklarasi8kan sebagai hari kelahiran IPNU putri
4. Untuk menjalankan roda organisasi dan upaya pembentukan pembentukan cabang selanjutnya ditetapkan sebagai ketua yaitu UMROH MAHFUDHOH dan sekretarisnya bernama SYAMSIYAH MUTHOLIB.
5. PP IPNU putri berkedudukan di Surakarta Jawa Tengah.
6. Memberitahukan dan memohon pengesahan resolusi pendirian IPNU putri kepada PB Ma’arif NU, kemudian PB Ma’arif NU menyetujui dengan merubah nama IPNU putri menjadi IPPNU(Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama)

Oleh: muhamadh | 5 Maret 2011

Selamat HARLAH IPNU ke57

Sejarah Lahirnya IPNU

Munculnya organisasi IPNU-IPPNU adalah bermula dari adanya jam’iyahyang bersifat local atau kedaerahan, wadah yang berupa kumpulan pelajar dan pesantren yang kesemuanya dikelola dan diasuh oleh ulama’. Jam’iyah tersebut tumbuh dan berkembang diberbagai daerah hamper diseluruh belahan bumi Indonesia misalnya jam’iyah dzibaan, yasinan dll, yang kesemuanya memiliki jalur tertentu dan satu sama lain tidak berhubungan. Hal ini disebabkan oleh perbedaan nama yang terjadi didaerah masing-masing, mengingat lahirnya pun atas inisiataf sendiri-sendiri.
Di Surabaya putra dan putri Nahdlotul Ulama’ mendirikan perkumpulan yang diberi nama Tsamrotul Mustafidzin pada tahun 1936. Tiga tahun kemudian tahun 1939 lahi persatuan santri Nahdlotul Ulama’ atau PERSANU. Tahun 1941 lahir PERSATUAN MERID NADHATUL OELAMA (PERMONO) pada saat itu bangsa indonesia mengalami pergolakan melawan penjajah jepang. Sehingga terbentuk IMANU atau Ikatan Murid Nahdlotul Ulama’ di kota malang pada tahun 1945.

Di Madura berdiri Ijtimaut Tholabiyah pada tahun 1945. Meskipun bersifat pelajar keenam Jam’iyah atau perkumpulan tersebut tidak berdiam diri, ikut pula dalam perjuangan melawan penjajah.
Tahun 1950 di Semarang berdiri ikatan Mubaligh Nahdlotul Ulama’ dengan anggota masih remaja. Pada tahun 1953 di Kediri berdiri PERPANU (Persatuan Pelajar Nahdlotul Ulama’) pada tahun yang sama di Bangil berdiri Ikatan Pelajar Nahdlotul Ulama’ (IPNU) pada tahun 1954 di Medan berdiri Ikatan Pelajar Nahdlotul Ulama’ (IPNU) dan masih banyak yang tak tercantum dalan naskah ini.
Titik awal inilah yang menginspirasi para perintis pendiri IPNU-IPPNU untuk menyatukan langkah daAdanya persamaan tujuan, kesadaran dan keikhlasan akan pentingnya suatu wadah pembinaan bagi generasi penerus para ulama’ dan penerus perjuangan bangsa.
Gagasan untuk menyatukan langkah tersebut dalam muktamar ma’arif pada tanggal 20 jumadil akhir 1373 H, bertepatan dengan tanggal 24 pebruari 1954 di Semarang. Usulan ini dipelopori oleh pelajar-pelajar dari Yogyakarta, Solo dan Semarang yang diwakili oleh Sofyan Cholil Mushal, Abd. Ghoni, Farida Ahmad, Maskup dan Tolkhah Mansur. Muktamar menerima usulan tersebut dengan suara bulat dan mufakat dilahirkan oleh suatu organisasi yang bernama IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlotul Ulama’) dengan ketua M. Tolchah Mansur serta pada tanggal itu ditetapkan hari lahir IPNUlam satu perkumpulan. Hingga sekarang IPNU suda berumur 57 tahun….

 

Oleh: muhamadh | 26 Februari 2011

Awas Bahaya Pemanasan Global


Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Berbagai literatur menunjukkan kenaikan temperatur global – termasuk Indonesia – yang terjadi pada kisaran 1,5–40 Celcius pada akhir abad 21.

Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb). Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi : (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dsb). Dalam makalah ini, fokus diberikan pada antisipasi terhadap dua dampak pemanasan global, yakni : kenaikan muka air laut (sea level rise) dan banjir.

Kategori

%d blogger menyukai ini: